zero
BiNusCenter.com
About BiNusCenter
Article


Product Catalog
Map & Addresses
Schedule & Registration
FAQs
Franchise Information
News
Events
Articles



IT Rubrik

Listrik untuk akses internet

 

Komunikasi data melalui saluran daya sebenarnya telah dimulai sejak tahun 1920, sebagai komunikasi antar pembangkit daya  terpencil (PSU) dan pusat kontrol, yang pasa saat itu komunikasi jaraj jauh merupakan kendala utama. namun pada tahun 1998, dimana pasar telekomunikasi dan energi amerika, perusahaan listrik melihat adanya peluang baru yang potential untuk mengembangkan produk listrik dengan memberikan nilai tambah layanan berupa automatic meter reading (AMR), rencana tarif yang trasnparan dan beragaam, atau layanan lain seperti home automation, bahkan internet.

Power line communication (PLC)  sebagai upaya memanfaatkan saluran listrik sebagai media pengiriman data sehingga komunikasi dapat mudah dilakukan dengan menghubungkan PLC ke outlet listrik (plug and play). Jaringan rumah dapat dibangun pada tiap ruangan sehingga dapat diakses dari segala penjuru rumah tanpa mememerlukan pengabelan baru.

PT PLN melalui anak perusahaannya, PT comnet Plus Indonesia, menjadi provider layanan internet pertama diIndonesia.

Pada saat  awal PLC menggunakan teknik modulasi seperti linear AM, Usual double-sideband AM, Single sideband AM (SSB-AM)dan FSK.. Akibatnya teknologi ini tidak dapat mengakomodasi kapasitas besar sehingga hanya digunakan untuk kecepatan rendah, sperti pemonioran atapun pengontrollan.

Proses saluran daya mmpunyai kemiripan dengan wireless route sehingga teknologi komunikasi wireless dapat diimplementasikan dengan pada PLC, dengan menetapkan metode modulasi penerobosan (breakthrought) sebagai Wide Band witdh Spectrum Spread Method, Multi-Carrier Method, dan Metode Orthogonal Frequency Division Multiflexing (OFDM) ke PLC akan didapatkan kecepatan tinggi dan komunikasi kapasitas besar.

Tidak diragukan lagi PLC merupakan gaya hidup masa depan. Selain diaplikasikan untuk AMR dan internet,juga untuk Home automation, seperti mengatur dan memonitor peralatan listrik dari kamar tidur atau bahkan dari tempat yang sangat jauh.

Saat ini terdapat beberapa tantangan yang perlu dikembangkan untuk dapat menerapkan PLC dalam kehidupan sehari-hari,yaitu sebagai berikut :

1. Penelitian mendalam tentang seberapa besar radiasi yang ditimbulkan dan pengaruhnya pada keselamatan manusia, peralatan listrik, dan pemancar gelombang pendek lainnya.

2. Pelemahan sinyal pada saluran daya yang signifikan. Ini perlu memerhatika beban terminal, panjang, dan pencabangan saluran daya.

3. Perubahan peraturan telekomunikasi yang ada serta alokasi penggunaan frekuensi.

4. Menjamin keamanan transmisi data akibat penggunaan saluran bersama.

5. Studi keekonomian, meliputi perhitungan investasi dan proyeksi keuntungan.

Pusat penelitian dan Pengembangan Teknologi Energi dan Ketenagalistrikan(P3TEK)telah melakukan penelitian teknologi PLC ditahun 2005 dengan hasil akhir berupa prototype AMR. Prototype ini merupakan pengembangan dari kWh konvesional yang ada, hanya saja dilengkapi dengan modem PLC yang menggunakan IT800D sebagai IC utamanya.

Modem ini mempunyai feature, yaitu mendukung peraturan internasional dan memenuhi batas frekuensi (FCC,ARIB, CENELEC A&B) menggunakan teknik modulasi DSCK (differential code shift keying), mode transmisi multiple dan kecepatan bit 38,4 kbps.

Untuk mengembangkan teknologi ini dimasa depan, dibutuhkan kerjasama antarinstansi, seperti pemerintah, PT PLN, PT Telkom, PT Comnet Plus, universitas, praktisi, serta industri dan lembaga penelitian lainnya. ada beberapa keuntungan penerapan AMR oleh PT PLN yaitu antara lain.

1. penghematan biaya operasional personel pencatat daya tiap bulannya. Hal ini juga akan menghindari kesalahan pencatatan akibat kelalaian manusia.

2. Pemantauan penggunaan daya secara online sehingga dapat menghitung kebutuhan daya  keseluruhan dan menyeimbangkan distribusi dayanya, pemantauan ini dapat mencegah usaha-usaha pencurian listrik

3. Dapat digunakan sebagai sarana pemberitahuan jumah tagihan tiap bulan kepada pelanggan ataupun sosialisasi informasi lainnya

Saat ini tentu tidak murah untuk menerapkan teknologi ini diindonesia, Namun, sebagai alternatif PT PLN dapat bekerja sama dengan developer real estate untuk menggunakan teknologi PLC. Hal ini akan menguntungkan kedua belah pihak, dimana developer mempunyai daya jual yang lebih melalui perumahan yang high tecnology dan PT PLN dapat meningkatkan nilai jual pelayanannnya.

Peraturan baru dibidang telekomunikasi mutlak diperlukan guna mempercepat pembangunan di Indonesia, mengingat saat ini PT Telkom pun kesulitan mengembangkan infrastruktur yang ada. dilain pihk, PT PLN telah siap dengan jarigan listriknya.

 

Sumber diambil dari harian kompas terbit Rabu, 15 Februari 2006 oleh M Indra Al Irsyad calon peneliti P3TEK-DESDM

Gambar diambil dari http://www.plc-j.org/en/images_en/plc_genri.gif






Contact Us | Terms of Use | Privacy Policy
Copyright � 2002 by BiNus Center




Back